setelah sekian tahun aku melewati segala prahara hidup yang bagiku sebenarnya sangat menyedihkan, mengingat banyak kemunduran rohani yang aku alami. aku semakin labil dan tidak konsisten. jadi sering berkata kata hal yang kasar, memiliki tabiat yang buruk dan banyak hal lainnya kemunduran itu. padahal dulu aku sudah cukup buruk dimata manusia, kini kau tahu kan betapa hina aku? betapa bodohnya aku. maafkan aku, aku telah kehilangan hati, sehingga sering menyakitimu, berkata kasar padamu, dan sering pula berkhianat. Seandainya kau memiliki sedikit waktu saja untuk membaca ini, mungkin aku bisa senang. karena kau akan mendengar kata kata hati yang selama ini terpendam dalam hati. karena kepada siapapu itu, aku tak pernah dapat berkata dengan baik, malah kdang membisu.
aku sungguh berterimaksih atas segalanya. atas kesabaranmu, dan lain sebagainya. ah maaf, aku tetap tak pernah tahu bagaimana harus mengutarakannya dengan benar. aku selalu ingin menyapamu, selalu ingin sedikit memiliki percakapan denganmu setelah beberapa bulan mungkin, tidak berbicara sama sekali. terakhir aku menelpon kaupun membisu seperti enggan berbicara padaku. karena aku merasa kau telah membenciku, merasa bahwa kau sudah mengabaikanku aku jadi sedikit bertingkah konyol. memblokirmu. ya semuanya aku blokir. aku sepertinya sedang marah, tapi aku menyadari bahwa marahku itu tak beralasan. sahabat, aku seharusnya tahu, yang tak termaafkan itu aku. lalu mengapa ku yang marah? aku tak tahu, setan kini telah menjadi kawan telingaku.maaf jika membuatmu membenciku, maaf jika aku begitu banyak kebohongan yang terucap dari mulutku, maaf jika terlalu banyak. tapi apapun itu kapan akan berakhirnya perang bisu yang kau kibarkan? bukankah ini sudah terlalu lama?