Sabtu, 24 Agustus 2013

Karena Itu Adalah Engkau

"sepertinya angin sudah merubuhkan pendirianmu" aku terkejut mendengar suara laki laki di sampingku. suara seseorang yang tak ku kenal. " merubuhkan?" tanyaku pada lelaki itu. lelaki itu hanya tersenyum memandang ke laut.aku tak tahu siapa ia, ia hanya tiba tiba duduk di sampingku dan mengatakan apa yang memang sedang kupikirkan. ya, sepertinya angin telah merubuhkan pendirianku. " hidup ini memang terasa semakin sulit" katanya. aku hanya mengatakan oh, yang artinya aku tak mengerti apa maksudnya duduk di sampingku dan tiba tiba curhat layaknya wanita cengeng. " ah, maafkan aku. sepertinya kau tak mengenalku" aku menaikkan alisku, ( hei aku sama sekali tak menatapnya) akhirnya dia tahu juga. "iya" jawabku singkat. laki laki itu tertawa. " tapi aku mengenalmu., dengan sangat baik" ucapnya. jawaban yang membuatku heran. karena takut akan ada penculikan model sok kenal begini akhirnya aku memutuskankan untuk menyingkir. ah, kan nggak enak jika orang orang melihat. dapat menimbulkan fitnah. ini sama saja dengan berkhalwat(berdua duaan). mana disini sepi sekali. " maaf tuan,saya harus pergi dulu. ibu saya bisa kebingungan mencari saya. karena sebenarnya saya belum izin pada ibu" kataku padanya lalu aku mulai berdiri dan meninggalkannya. laki laki itu malah berteriak " hei! jangan panggil aku tuan. panggillah aku seperti biasanya kau memanggilku!" aku hanya semakin menenggelamkan kepalaku. gila! apa sih maunya laki laki itu. setelah kejadian singkat dilaut itu pun aku menyadari mengapa ia tiba tiba mendekatiku. ia adalah abangku. kenapa aku baru ingat. ah saking sedikitnya kenangan yang ia tinggalkan, aku jadi sangat lupa akan abang. bahkan hampir segalanya. habis dia ninggalin aku waktu umur lima tahun. merantau entah kemana. cih, kini tiba tiba ia muncul dihadapanku dengan membuatku bingung setengah hidup. tapi setidaknya aku ingat sekarang. nah karena ingat itu aku cepat cepat kembali ke laut. sebelum abang meninggalkan keluarganya lagi. cih abang menyebalkan! tapi ternyata abangku yang tak tahu diri itu masih bertapa disana. melihatku berlari kembali ia tertawa" akhirnya kau tahu juga" ucapnya. akupun memeluk abangku satu satunya. Dasar abang tak tahu diri! umpatku dalam hati. tapi aku senang, karena abang masih hidup. akhirnya aku punya abang! tak hanya bayangan cerita lampau ibu. (hahaha, sorry cerita gaje..)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar