Senin, 12 Agustus 2013

Mentari kan Pergi

sayup sayup suara
kumendengar suara tangismu
ditemaramnya cahaya
dan kulihat mata sayumu

selamat sore, sayang
mengapa engkau menangis?
di sore yang begitu lengang
gulapun takkan terasa manis

sayup sayup suara
kumendengarmu terisak
air matamu telah bermuara
dihatimu yang semakin terasa sesak

selamat sore, sayang
mengapa kau menangis terisak?
mari kita pulang
menanam pasak pasak

ulurkanlah tanganmu, sayang
kau tahu, aku akan meraihnya
mari kita pulang, sayang
karena bumi ini telah menelannya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar