sayup sayup suara
kumendengar suara tangismu
ditemaramnya cahaya
dan kulihat mata sayumu
selamat sore, sayang
mengapa engkau menangis?
di sore yang begitu lengang
gulapun takkan terasa manis
sayup sayup suara
kumendengarmu terisak
air matamu telah bermuara
dihatimu yang semakin terasa sesak
selamat sore, sayang
mengapa kau menangis terisak?
mari kita pulang
menanam pasak pasak
ulurkanlah tanganmu, sayang
kau tahu, aku akan meraihnya
mari kita pulang, sayang
karena bumi ini telah menelannya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar